Tuesday, March 3, 2020

Orang Sakit di Himbau Jangan Menggunakan Masker Berlebihan

Pengumuman stok masker kosong terpasang di salah satu kios di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin (2/3/2020). Harga masker dan hand sanitizer di sentra alat kesehatan tersebut mengalami lonjakan dari 600 persen hingga 1.400 persen akibat permintaan konsumen yang meningkat drastis setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan dua warga Kota Depok positif terinfeksi virus corona. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
  *** Local Caption ***

PANDAHARIAN - Pengurus Pusat Bidang Politik dan Kesehatan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Syahrizal Syarif menilai saat ini masyarakat Indonesia tidak membutuhkan masker untuk mencegah penularan Covid-19.

Menurut dia, masker wajib digunakan oleh masyarakat yang tengah menderita batuk dan pilek. Pada dasarnya masker kalau yang utama untuk orang sakit, kalau untuk orang yang sehat dalam situasi Indonesia saat ini bisa saya nyatakan kita belum perlu lah menggunakan masker.

Syahrizal juga meminta masyarakata yang sehat tidak berlebihan dengan menggunakan masker setiap saat di tempat keramaian.

Syahrizal juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan mencuci tangan secara berkala. Hal itu, kata dia lebih efektif bagi orang yang sehat dibandingkan menggunakan masker.

Sejak diketahui, masker dan cairan pembersih tangan diburu masyarakat sejak merebaknya virus corona. Akibatnya, stok kedua barang tersebut menipis dan harganya meningkat.

Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menuturkan oknum yang mengambil keuntungan dengan menimbun barang termasuk masker dan hand sanitizer dapat dijerat Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Aturan yang mengakomodasi selalu didasarkan pada orientasi mengambil keuntungan besar dengan cara tidak wajar bahkan merugikan orang lain yaitu menimbun barang.

Sementara Menteri Kesehatab Terawan Agus Putranto menyebutkan, dua orang warga negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona tersebut diketahui tinggal di wilayah Depok, Jawa Barat.

Menurut Terawan, dua orang tersebut merupakan ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun. Keduanya tertular dari warga negara Jepang yang berkunjung ke rumah mereka di Depok.

Mungkin Anda juga ingin tahu :











No comments:

Post a Comment