Wednesday, March 11, 2020

Hari Ini dalam Sejarah : Gempa dan Tsunami di Jepang

Gelombang tsunami menghantam Kota Miyako di Prefektur Iwate setelah gempa 9,0 magnitudo mengguncang wilayah Tohoku, 11 Maret 2011.

PANDAHARIAN -  11 Maret 2011, musibah besar menimpa Jepang. Gempa 9,0 magnitudo mengguncang kawasan Tohoku dan menimbulkan tsunami, yang berujung pada kerusakan sangat parah serta ribuan nyawa melayang atau hilang. 

Gempa bumi terjadi pukul 2.46 siang setempat. Pusat gempa terletak di 130 kilometer (km) timur kota Sendai, prefktur Miyagi, dengan kedalaman 30 km di bawah Samudra Pasifik. 

Ini adalah gempa terdahsyat dalam sejarah "Negeri Sakura", dan yang terbesar keempat sepanjang sejarah dunia. Gempa bumi terbesar di dunia terjadi di Valdivia, Chile pada 22 Mei 1960 dengan kekuatan 9,4-9,6 magnitudo. 

Di bawahnya ada gempa Alaska 1964 yang mengguncang Amerika Serikat (AS) dan gempa serta tsunami Aceh 2004 dengan kekuatan 9,1-9,3 magnitudo. 

Menurut beberapa laporan, gelombang air laut masuk kedaratan sejauh 10 km dan menyebabkan Sungai Natori meluap. Gelombang tsunami yang menghantam pantai merusak prefektur lwate, tepat di utara prefektur Miyagi, serta Fukushima, Ibaraki, dan Chiba, prefektur di sepanjang Pantai Pasifik di selatan Miyagi. 

Daerah lain yang diterjang tsunami adalah Kamaishi dan Miyako di lwate; Ishinomaki, Kesennuma, dan Shiogama di Miyagi; kemudian Kitaibaraki dan Hitachinaka di Ibaraki. 

Encylopedia Britannia menyebutkan kecepatan tsunami yang menyebar dari pusat gempa mencapai 800 km/jam. Akibatnya, sejumlah kawasan lain di cekungan Pasifik juga mengalami gelombang tinggi. 

Kerusakan parah dan ribuan korban jiwa

Dua minggu setelah bencana terjadi, pemerintah Jepang mengumumkan jumlah korban mencapai 10.000 orang, dan 1,5 kali dari jumlah itu dilaporkan hilang atau diduga tewas. 

Pencarian korban meninggal dan hilang  terus berlanjut, dan sempat dimumkan totalnya mencapai 28.500 korban jiwa. Seiring berjalannya waktu ketika korban hilang telah ditemukan dan masih hidup, jumlah korban meninggal dan hilang turun jadi 19.300 pada akhir 2011. 

Kemudian dari segi infrastruktur, salah satu yang terparah adalah runtuhnya tiga reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di Tohoku. 

Evakuasi langsung dilakukan saat itu juga setelah radiasi dalam jumlah besar terangkat ke atmosfer. Akibatnya 7.000 penduduk Futaba harus mengungsi dari rumah mereka. 

Pemulihan belum selesai

Tokyo Electric Power Company Holdings Inc. Selaku operator nuklir tidak tahu harus berbuat apa dengan sekitar 1 juta ton air yang terkontaminasi. 

Sekitar 170 ton air yang terkontaminasi mengalir setiap hari, dan pemerintah belum memutuskan bagaimana cara membuangnya. 

Badan ini dibentuk untuk mengawasi pembangunan kembali, dan telah diperpanjang masa kerjanya sampai 2031, satu dekade lebih lama dari rencana sebelunya. 

Namun keraguan masih menyelimuti negara pimpinan Shinzo Abe ini, dalam memenuhi kerangka waktu membongkar pabrik Fukushima yang lumpuh. 

Sebagai momen peringatan, hari ini Perdana Menteri Jepang dan kabinetnya mengheningkan cipta di Tokyo pukul 2.46 siang, sesuai waktu terjadinya bencana. 

Mungkin Anda juga ingin tahu :






No comments:

Post a Comment