
PANDATOTO - Ahli waris Pangeran Diponegoro di Yogyakarta menyerahkan sepenuhnya kepada negara terkait penyimpanan milik sang pangeran yang baru saja dikembalikan oleh Pemerintah Belanda. Alasannya untuk menghindari sengketa kepemilikan.
Roni mempercayakan penyimpanan keris tersebut ke pemerintah justru untuk mengantisipasi persoalan yang dikhawatirkan terjadi di kalangan internal ahli waris Pangeran Diponegoro. Salah satu yang dikhwatirkan itu adalah saling klaim antaranggota keluarga untuk menyimpan keris bersejarah tersebut.
Sendainya pun nanti disimpan oleh keluarga, siapa yang bisa menjamin keris itu akan tetap ada. Yang kedua, siapa yang bisa menjamin tidak menjadi bahan rebutan.
Jadi menurut keluarga, biarlah pemerintah yang menyimpan di Museum Nasional. Dijadikan satu dengan tombak Kiai Rondan, dengan pelana kuda, dengan Kiai Cokro.
Diketahui bersama, berkat penelitian dalam koleksi Museum Volkenkunde di Leiden, keris milik Pangeran Diponegoro ditemukan. Keris itu akan dikembalikan ke Indonesia.
Dilansir dari situs resmi pemerintah Belanda, Senin 9 Maret 2020, keris bertatah emas tersebut akhirnya bisa diidentifikasi s etelah dilakukan penelitian oleh Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda. Keris itu telah diserahkan pemerintah Belanda kepada Dubes Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja pada Selasa 3 maret 2020.
Pada 1975, sebuah komite ahli Belanda dan Indonesia membuat perjanjian tentang transfer ke Indonesia benda-benda budaya yang berkaitan dengan orang-orang penting secara historis. Dalam konteks ini, berbagai benda milik Pangeran Diponegoro kembali pada akhir 1970-an, seperti tombak dan pelana.
Mungkin Anda juga ingin tahu :
No comments:
Post a Comment