Tuesday, March 3, 2020

Cegah Masker Untuk Orang Yang Tidak Sakit

ilustrasi masker

PANDAHARIAN - Pada Senin 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus corona atau Covid-19. 

Seketika mendapati informasi itu, banyak orang di Tanah Air mungkin langsung cemas atau bahkan panik. Padahal, hal itu tak direkomendasikan. 

Istana sendiri telah mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap waspada. Namun, banyak orang bisa jadi tetap langsung berupaya mencari dan memakai masker. 

Dokter Spesialis Paru Anggota Kelompok Staf Medik (KSM) Paru RSUD Dr Moewardi Surakarta, Dr dr Reviono, SpP (K), menilai penggunaan masker oleh orang sehat sebenarnya kurang tepat jika dimaksudkan untuk mencegah penularan virus corona.

Pasalnya, Covid-19 menular via droplet atau percikan air liur penderita, bukan melalui udara. Dengan begitu, cara yang lebih efektif dilakukan untuk pencegahan yakni mencuci tangan dengan benar serta memperhatikan etika batuk dan bersin. 

Dia pun menganjurkan, lebih baik masker digunakan oleh mereka yang sedang sakit flu ataupun batuk untuk mencegah penularan penyakit pada orang lain. 

Terkait penggunaan masker untuk mengurangi risiko tertular virus corona, Profesor Obat dan Epidemiologi di University of lowa's College of Medicine, Eli Perencevich, juga mengungkapkan hal senada. 

Sekalipun ada kasus temuan Covid-19 di dekat sana, menurut dia, tetap saja orang sehat tidak perlu memakai masker, baik itu masker bedah, masker N95, masker respirator, maupun masker jenis lainnya untuk melindungi diri dari virus corona.

Menurut dia, penggunaan masker yang salah malah bisa jadi dapat meningkatkan risiko infeksi karena seseorang lebih sering menyentuh wajah. 

Jika anda mengalami flu atau berpikir terkena Covid, saat itulah anda harus mengenakan masker untuk melindungi orang lain. Di rumah, jika anda merasa sakit, anda harus menggunakan masker untuk melindungi anggota keluarga anda.

Mungkin Anda juga ingin tahu :




No comments:

Post a Comment